Karya Oka
BUKU III
Setelah menimbulkan perdebatan yang ketat lebih ketat dari legging tante-tante, dan persaingan yang alot lebih alot dari kulit manula kerendem minyak tanah, voting yang gue lakukan di social media Twitter dan Instagram,

akhirnya voting itu menemui titik terang. Lebih terang dari kunang-kunang yang nemplok di jidat Anang.
Maka dari itu oleh karenanya jadi dapat ditarik kesimpulan, dengan bangga gue persembahkan kepada kalian kover buku ketiga gue dengan judul Back To You:

Designed by: Ayu Widjaja
Sedikit bocoran ceritanya bisa diintip di sini…

Back To You bisa dibeli di sini:
Back To You diskon 25% di bukubukularis.com
Paket 3 buku ‘Oka’ Dara Prayoga
Back To You diskon di kutukutubuku.com
Step by step cara PO Back To You bisa dilihat di sini: http://bit.ly/CaraPOBackToYou
BUKU II
Sinopsis:
Orang yang jatuh cinta itu keinginannya sederhana: berdua di dalam cinta.
Itu adalah hal termanis di dunia. Bibir bisa senyum terus sampe bengkak, makan apa aja rasanya enak, dan tidur pun nyenyak. Tapi, itu baru ‘manis’-nya, sedangkan cinta masih punya banyak rasa. Kecut, saat menghadapi pacar yang cemburu. Asem, waktu dicuekin dari pagi sampe malem. Atau pahit pas mergokin…, ah, udah nggak usah diterusin, nanti sakit.
Yang pasti, dalam Analogi Cinta Berdua, gue bakal mengajak kalian ke fase-fase itu semua, hingga mengerucut ke dua tujuan akhir;
berdua untuk bahagia, atau berpisah dan terluka.
BELI ANALOGI CINTA BERDUA: klik ini
BUKU I

“Analogi Cinta Sendiri”, buku buat kamu ‘bercermin’.
Sinopsis:
“‘Cinta itu bukan harta karun!’ Ini pelajaran penting yang gue dapat. Kalau cinta itu harta karun, gue, Oka, si pemuja rahasia—secret admirer bahasa kerennya—pasti sudah kaya banget.
Jangankan untuk ngomong langsung tentang perasaan gue ke cewek yang gue puja, ngomong via messenger atau SMS pun udah bisa bikin lutut gue keriting gemeteran.
Anyway… menjadi seorang secret admirer itu nggak mudah. Gue jadi punya kegiatan rutin setiap harinya. Bangun tidur, yang pertama kali gue cek adalah Facebook dan Twitter-nya untuk tahu dia telat bangun apa nggak. Agak siang sedikit, ngelongok Twitter-nya biar tahu dia makan siang sama siapa. Kadang gue berniat ngajak dia makan bareng, kemudian gue ketik SMS; “Hey, makan siang, yuk!”… tapi pesan itu berakhir di kotak draft. Sebelum tidur gue selalu ngintipin timeline-nya merhatiin kapan dia ngucapin selamat malam, eh yang ada gue selalu ketiduran karena lama menunggu. Ngarep.
Meskipun kadang dapat fakta yang pahit dan bikin galau, seorang secret admirer nggak pernah kapok ngelakuin itu semua. Tapi, apa benar perasaan bisa dipendam selamanya…?”
–
–




